Tebus Dosa dengan Kafarat
Ringankan KEsalahan Ringankan Beban Sesama
Seluruh Indonesia
Sedekah tebus dosa kafarat merupakan amalan untuk menunaikan kewajiban atas pelanggaran tertentu sesuai syariat, yang disalurkan kepada fakir miskin.
Kafarat adalah bentuk tebusan atas pelanggaran tertentu dalam syariat Islam, sebagai wujud penyesalan, taubat, dan ketaatan kepada Allah SWT. Salah satu bentuk kafarat yang umum dilakukan adalah memberi makan fakir miskin atau bersedekah sesuai ketentuan syariat.
Sedekah kafarat bukan sekadar memberi, tetapi merupakan ikhtiar spiritual untuk membersihkan diri dari dosa, menenangkan hati, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.
Memberi makan fakir miskin
Menyalurkan bantuan kebutuhan pokok
Sedekah dalam bentuk makanan siap saji atau paket pangan
Dasar: QS. Al-Ma’idah: 89
Jika melanggar sumpah yang sah.
Bentuk kafarat (boleh memilih salah satu dari tiga pertama):
Memberi makan 10 orang miskin
Memberi pakaian 10 orang miskin
Memerdekakan budak (jika ada)
➡ Jika tidak mampu semuanya → puasa 3 hari
Catatan Tarjih: Puasa dilakukan setelah nyata tidak mampu menunaikan tiga pilihan pertama.
Dasar: QS. Al-Mujadilah: 3–4
adalah ucapan seorang suami kepada istrinya yang menyerupakan istrinya dengan perempuan yang haram dinikahinya (mahram), misalnya:
“Engkau bagiku seperti punggung ibuku.”
Pada masa jahiliyah, ucapan ini dianggap sebagai bentuk talak. Namun Islam membatalkannya dan menetapkan kafarat (tebusan) sebelum suami boleh kembali berhubungan sebagai suami-istri.
Tertib (wajib berurutan):
Memerdekakan budak
Jika tidak mampu → puasa 2 bulan berturut-turut
Jika tidak mampu → memberi makan 60 orang miskin
Tarjih menegaskan kewajiban berjenjang sesuai nash.
Berdasarkan hadis sahih (riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Tertib (berurutan):
Memerdekakan budak
Jika tidak mampu → puasa 2 bulan berturut-turut
Jika tidak mampu → memberi makan 60 orang miskin
Menurut Tarjih, selain kafarat tetap wajib qadha puasanya.
Melalui sedekah kafarat, diharapkan pelaku kesalahan dapat kembali pada jalan kebaikan, dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan tanggung jawab spiritual.